Monday, January 6, 2014

Vihara Mahavira Graha Surabaya




Vihara Mahavira Graha Surabaya dibangun di kota Surabaya propinsi Jawa Timur, bangunan vihara menghadap keselatan dan didirikan diatas lahan tanah dengan keliling 20100 meter. Pada mulanya bangunan vihara adalah sebuah Bank namun karena dampak krisis moneter akhirnya bank tersebut bangkrut dan tutup. Setelah beberapa waktu kemudian pemerintah setempat melelang gedung bank tersebut, sehingga pengurus Mahavira Pusat kemudian membelinya dan memugarnya menjadi sebuah banguan Buddhis di Jawa Timur yang pada saat itu sempat menjadi sorotan public.
Pada tahun 1999 yang sebelumnya ada bangunan bank kemudian dipugar menjadi ruang Dharmasala yang mampu menampung ribuan orang; lantai kedua bagian timur dipergunakan sebagai ruangan makan sedangkan bagian barat dipergunakan sebagai ruangan perpustakaan; lantai 3 sampai dengan 5 ditata dengan kamar sebanyak 26 ruang untuk tamu, ruang rapat, aula kesenian budaya Buddhis, ruangan meditasi dan sebagainya.
Kota Surabaya di Jawa Timur adalah kota terbesar kedua di Indonesia, Vihara Mahavira Graha Surabaya adalah tempat peribadatan yang mempunyai peranan dalam menyebarkan Buddhisme yang murni dan benar. Demi membimbing lebih banyak lagi umat Buddha untuk mempelajari Dharma, maka setiap hari Senin malam diadakan kebaktian umum dan pembabaran Dharma; setiap hari Minggu pagi diadakan kebaktian sekolah minggu remaja dan muda-mudi, sore harinya diadakan kembali kebaktian dan pembabaran Dharma; selain itu kegiatan muda-mudi vihara meliputi : Barong sai, sanggar tari, paduan suara Buddhis dan sebagainya. Vihara juga telah mendirikan paguyuban Bodhisikka dan secara berkala diadakan kegiatan, ramah tamah , pembabaran Dharma dan malam kesenian serta kegiatan lainnya. Disamping itu juga sering kali diadakan kunjungan panti jompo, panti asuhan dan juga memberikan perhatian dan bantuan kepada korban bencana alam. Vihara Mahavira Graha Surabaya mengemban misi :
-          Dengan semangat yang agung dan mulia mengerjakan tugas didunia untuk kebaikan makhluk hidup
-          Dengan keyakinan yang benar terhadap Buddha Dharma menolong semua makhluk yang mengalami penderitaan didunia   



Vihara Sila Prabha Denpasar




Vihara Sila Prabha di dirikan di kota Denpasar Pulau Bali, luas tanah seluruhnya mencapai 18000 meter, bangunan dibangun dengan tinggi 4 lantai. Vihara Sila Prabha diambil dari nama guru Dharma dari pemimpin Vihara yang sekaligus memperingati jasa kebajikan beliau. Tingkat pertama dimanfaatkan sebagai parkir kendaraan dan untuk tempat pelayanan umat serta persiapan kegiatan vihara; tingkat kedua sebagai Aula utama yang mempersembahkan rupang Buddha dari tiga masa dan empat Bodhisattva agung. Ruangan utama dapat menampung lebih dari 600 orang, bagian timur digunakan sebagai perpustakaan, ruang tamu dan tempat pelayanan secretariat; lantai 3 dan 4 dipersiapkan dengan 16 kamar tamu; lantai 3 depan terdapat sebuah altar Sila Prabha sebagai peringatan terhadap guru Dharma master Venerable Baisheng (Sans : Sila Prabha) yang mempersembahkan sarira dari sang guru, tulisan Kaligrafi dan barang-barang yang beliau gunakan semasa hidup serta tulisan karya tulis master Baisheng tentang sutra Buddhis untuk disebarluaskan secara Cuma-Cuma.
Vihara Sila Prabha didirikan pada tahun 1998, pada masa tersebut lokasi vihara adalah sebuah tanah pemberian dari seorang umat Buddha. Kemudian disebelahnya adalah gedung yang disewakan sebagai tempat kerja namun pemiliknya berharap pihak vihara dapat membelinya, sehingga akhirnya pengurus pusat membeli tanah tersebut dan keduanya kini menjadi sebuah Vihara. Tanah yang dipersembahkan oleh umat Buddha tersebut tetap dipergunakan dengan baik dan akan menjadi sebuah tempat penyebaran Dharma pada masa kini dan yang akan datang. 
Pada saat ini Vihara Sila Prabha terus memberikan pelayanan kebaktian umum setiap hari Selasa malam, sedangkan setiap hari minggu juga terdapat kebaktian sekolah minggu, muda-mudi, kursus mandarin, sanggar tari dan kegiatan lainnya; sore harinya diselenggarakan kegiatan kebaktian bersama dan ceramah Dharma oleh anggota Sangha. Paguyuban Bodhisikka juga didirikan divihara Sila Prabha dan melaksanakan kegiatan secara berkala diikuti dengan seminar Dharma dan acara kesenian lainnya. Anggota sangha dan umat Buddha seringkali mengunjungi umat Buddha setempat untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Kemudian juga terbentuklah kerjasama bakti social masyarakat yang memberikan bantuan kepada para korban bencana secara berkala sesuai dengan kebutuhan guna memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat.
Pulau Bali adalah tujuan wisata dunia, pengurus vihara pusat juga pernah mengadakan rapat komite pelaksana di pulau Bali, pada tahun 2005 menyelenggarakan kelas pelatihan Dhammaduta Sangha China sedunia. Vihara Sila Prabha memegang teguh pada pedoman :
-           Pelatihan diri bersama menuju kesucian hati dan pikiran
-          Mengembangkan ajaran dan budaya Buddhis dan mendidik bibit yang professional
-          Mempersatukan umat Buddha untuk bersama membangun masyarakat
-          Merealisasikan Buddhism didalam kehidupan sehari-hari

Vihara Mahavira Graha View Bedugul




Vihara Mahavira Graha View Bedugul didirikan di wilayah Indonesia bagian timur tepatnya didaerah tujuan wisata Pulau Bali, kecamatan Bedugul diatas gunung tempat tujuan wisata dengan danaunya yang menarik. Bangunan vihara didirikan diatas tanah dengan keliling 10000 meter. Pada awalnya bangunan vihara tersebut adalah sebuah restoran dan tempat rekreasi namun karena adanya krisis ekonomi di Asia tenggara mengakibatkan banyak hotel dan tempat usaha yang bangkrut dan ditutup, kemudian harus mengalami proses perlelangan. Pada tahun 1999 setelah pengurus vihara membelinya kemudian memugarnya menjadi sebuah vihara tempat pelatihan diri umat Buddha. Bangunan vihara berbentuk seperti sebuah istana kuno dengan pemandangan yang menarik disekitarnya. Didalam aula Dharmasala dipersembahkan tiga buah rupang Buddha yang terbuat dari tembaga yang kesenian arsiteknya menyerupai model seni di Universitas Nalanda pada masa India kuno. Pada masa tersebut para Sangha di daerah Thailand utara demi memperingati ulang tahun raja Thailand yang ke 72 kemudian membuat rupang Buddha dari tembaga sebanyak 108, setelah mengadakan puja bakti dan blessing kemudian mempersembahkan semua rupang tersebut keseluruh Negara dibelahan bumi. Saat itu Sangha Thailand menyumbangkan sebuah rupang untuk Vihara Mahavira, kemudian pengurus pusat memesan kembali untuk membuat 2 buah rupang lagi untuk dipadukan menjadi tiga Buddha yang akan dipersembahkan di Vihara Mahavira View Bedugul. Sampai saat sekarang ketiga rupang tersebut tetap dipuja dialtar Vihara sebagai tempat peribadatan penduduk dan para wisatawan.   
Pada saat sekarang ini, setiap hari Sabtu sore diadakan kebaktian umum yang memimpin para umat Buddha daerah setempat untuk bersama mempelajari Buddhism. Karena keterbatasan tempat, direncanakan akan dibangun sebuah Dharmasala dengan mempersembahkan sebuah rupang Buddha berukuran besar dibelakang gunung tersebut, serta juga akan dipersembahkan pagoda sarira dan gedung bertingkat 4 dengan kamar sebanyak 120 ruang dan gedung serbaguna yang menghadap kepegunungan, sebagai tempat tujuan wisata dan ibadah Vihara Mahavira Graha View Bedugul mengemban misi :
-          Mengembangkan kebudayaan Buddhism
-          Mendidik dan melatih para bibit cendekiawan Buddhis
-          Melatih diri mensucikan hati dan pikiran menuju kesempurnaan
-          Mengembangkan kesenian dan Budaya

Vihara Mahavira Graha Lautze




Vihara Mahavira Graha Lautze dibangun ditempat pemukiman warga Tionghoa didaerah Jakarta, pada tahun 1985 atas permohonan dari para umat Buddha di Indonesia akhirnya Ven.Prajnavira Mahasthavira yang pada awalnya menjalankan tugas di Vihara Shuang Lin Monastery sebagai Pengawas Vihara (Supervise temple) kemudian datang ke Indonesia dan memulai langkahnya menyebarkan Dharma di nusantara. Pada saat kedatangan beliau untuk pertama kalinya, tempat tersebut hanyalah sepetak tanah berukuran 400 m2 dengan sebuah rumah modern yang sudah rusak diatasnya yang merupakan persembahan dari para umat Buddha setempat setelah mereka membeli bangunan tersebut yang awalnya adalah sebuah bank. Karena penataannya yang sangat sederhana dan masih berukuran kecil maka sebelum tahun 1986 hanya digunakan sebagai sebuah cetiya sementara. Pada tahun 1987, diadakan perluasan bangunan, ruang Dharmasala dibuat dari sebuah gedung yang seperti terdiri dari dua buah ruko kecil. Kebaktian umum pertama kalinya dilaksanakan hanya dihadiri oleh sekitar 20 an orang umat Buddha. Setelah satu bulan kemudian umat Buddha yang datang semakin banyak dan setiap kali diadakan kebaktian umum lebih dari ratusan orang yang hadir. Ditahun yang sama diadakan kembali perluasan bangunan untuk kedua kalinya, pada saat tersebut Dharmasala diperluas dengan penambahan fungsi sebagai perpustakaan.
Pada awal tahun 1988 diadakan pembukaan Sinar Pratima yang dihadiri oleh Ven.Liao Zhong Mahasthavira dari Taiwan, Ven.Da Neng Mahasthavira (Alm), Ven.Jue Guang  Mahasthavira dari Hongkong, Ven.Yong Xing Mahasthavira, Ven.Da Guang Mahasthavira, Ven.Quan Hui Mahasthavira, Ven.Wu feng Mahasthavira dari Singapore, Ven.Long gen, Ven.Ji huang Mahasthavira dari Malaysia dan banyak lagi guru besar dari mancanegara yang memimpin jalannya pembukaan sinar pratima tersebut dengan pemanjatan Syair-syair Dharma. Pengguntingan pita dihadiri oleh kepala bagian bimbingan umat dari Department Agama serta para sangha Theravada dan Mahayana dari  mancanegara. Didalam aula Dharmasala tersebut dipersembahkan tiga buah rupang suci dari Tiga Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva, Ksitigarbha Bodhisattva, Bodhisattva Pelindung Vihara, pratima dari Sahassa Buddha (1000 Buddha) dan banyak lagi rupang suci lainnya.
Pada tahun 2005 karena ruangan Dharmasala bocor maka diadakan kembali pemugaran dengan skala besar, setelah pemugaran tersebut Vihara dilengkapi dengan aula Dharmasala dan sebuah Ruang makan, pada saat yang sama toko yang bersebelahan kemudian dibeli dan dibanguan sebagai sebuah asrama tempat tinggal sangha, dharmasala kemudian disempurnakan dengan penambahan perlengkapan Pendingin ruangan (AC) dan juga dipersembahkan sebuah rupang Buddha dengan 4 rupang bodhisattva baru yang terbuat dari ukiran kayu.
Vihara memimpin para umat Buddha mengadakan kebaktian umum setiap hari rabu, setiap tanggal 1 dan 15 penanggalan imlek diadakan ritual pertobatan. Selain itu vihara juga memberikan fasilitas klinik Buddhis yang dibuka setiap pagi dan sore dan ditangani oleh dokter professional. Klinik Buddhis tidak membedakan suku dan agama dalam memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Disamping itu vihara juga menyelenggarakan sekolah minggu bagi para pemuda pemudi Buddhis setempat.   
Vihara Mahavira Graha Lautze Jakarta mengemban misi :
-          Maitri karuna dan perhatian khusus terhadap kesejahteraan masyarakat
-          Memberikan pendidikan moralitas dan pemahaman Dharma yang benar bagi umat Buddha
-          Bersama-sama mendidik generasi muda dalam mensucikan hati dan pikiran.

Vihara Mahavira Graha Pusat




Vihara Mahavira Graha Pusat (Buddhist Building Indonesia) dibangun di Jakarta Utara. Vihara menghadap Selatan dengan latar belakang pegunungan dan menghadap kearah laut. Dengan berdirinya bangunan ini diharapkan dengan agama Buddha yang modern mampu membimbing umat Buddha dari berbagai tingkatan golongan masyarakat agar mampu mempelajari Buddha Dharma.
Pada tahun 1989 saat pemimpin vihara Ven.Prajnavira Mahasthavira kembali ke Indonesia untuk kembali menyebarkan Dharma, ternyata para umat Buddha yang datang di Vihara Mahavira Graha Lautze  semakin hari semakin banyak sehingga pada saat kebaktian umum dan pembabaran Dharma kondisi dharmasala penuh dengan lautan manusia, untuk itulah kemudian pada tahun yang sama setelah pembelian tanah didaerah Jakarta Utara perumahan Ancol kemudian di dirikan terlebih dahulu Aula Sila Prabha sebagai peringatan wafatnya Ven.Bai sheng sebagai sang guru Dharma dari pemimpin Vihara yang memasuki tahun ke-3. Empat tahun kemudian yaitu pada tahun 1993 akhirnya vihara mendapatkan ijin mendirikan tempat ibadah setinggi 12 lantai.
Setiap tingkatan lantai dari Buddhist Building Indonesia memiliki luas lebih dari 2800 m2, lantai 1 dan 2 dibangun dengan penataan ruangan Aula Buddhist yang besar yang mampu menampung lebih dari 3000 orang penonton pada saat peringatan hari besar; lantai 3 bagian depan dengan sebuah altar yang tingginya mencapai  2 lantai dipergunakan sebagai aula Dharmasala, bagian belakangnya digunakan sebagai Aula Kotbah Dharma; lantai 4 bagian depan dipergunakan sebagai perpustakaan, sedangkan bagian belakangnya dipergunakan sebagai Aula Leluhur dan Pelafalan Nama Buddha; lantai 5 di tata dengan 28 kamar dengan ruangan rapat, ruang tamu dan lainnya; sedangkan bagian paling bawah dari bangunan ini di design dengan luas yang mampu menampung 80 meja sebagai ruangan makan, Rumah abu, Buddhist Culture dan sebagainya. Sehingga itulah Buddhist Building Indonesia menjadi sebuah tempat ibadah sebagai sarana dalam penyebaran Buddhist Modern yang pertama di Indonesia. 
Vihara Mahavira Graha Pusat setiap tahunnya mengadakan berbagai macam kegiatan kerohanian yang sangat beragam dan menarik. Setiap minggu jam 9 pagi diadakan kebaktian remaja, muda-mudi dan mahasiswa; kemudian jam 10.30 lebih dari ribuan umat datang untuk mengikuti kebaktian umum dan mendengarkan kotbah Dharma; dihari yang sama juga dibuka kursus Bahasa Mandarin dan Bahasa Asing lainnya, sanggar Tari, sanggar barong sai dan naga, pelatihan Volunteer / relawan Buddhist, diskusi Dharma wanita, jam 1 siang umat Buddha dipimpin oleh anggota sangha mengunjungi pasien ditempat rehabilitasi orang dengan kelainan jiwa untuk mendoakan mereka dan membawa makanan serta minuman yang bergizi untuk dibagikan kepada pasien-pasien tersebut sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesame dan berbagai kegiatan rutin lainnya; setiap Jumat beberapa relawan Buddhist yang dipimpin oleh anggota sangha pergi mengunjungi pasien kanker untuk memberikan dorongan moril dan doa bersama; setiap hari sabtu sore diadakan kebaktian berbahasa mandarin kemudian dilanjutkan dengan bazzar pasar murah sembako untuk umat Buddha yang membutuhkan. Karena letaknya di ibukota, maka demi mengembangkan Dharma VMGP juga memberikan bantuan dana pendidikan kepada umat Buddha, memberikan kepedulian terhadap masyarakat dan seringkali mengadakan berbagai macam seminar dan diskusi Dharma serta banyak kegiatan lainnya.   
Vihara Mahavira Graha Pusat memiliki susunan kepengurusan yang lengkap terdiri dari Anggota Sangha dan pengurus Dewan Ketua, serta diadakan juga keuangan untuk pengobatan, Pendidikan dan pengembangan Sangha, sedangkan dibawahnya terdiri dari dewan penasehat, dewan ketua, secretariat, bagian volunteer dan pengembangan Dharma, bagian Bakti social dan kesejahteraan masyarakat, bagian pendidikan dan budaya, bagian pengembangan Dharma, bagian pengembangan Dharma Wanita, bagian pendidikan Buddhist pemuda, bagian perencanaan pengembangan usaha dan lainnya; bagian perencanaan usaha mendirikan sebuah perkumpulan arisan Bodhisikka yang setiap bulannya diadakan acara makan bersama serta pembabaran Dharma, bagian perencanaan usaha ini juga mendirikan kantor Mahavira Enterprise yang mengajak para umat Buddha untuk mengembangkan usaha guna mengurangi angka pengangguran, disamping itu juga memproduksi kaset Buddhist yang berisi lagu-lagu Buddhist rekaman hak cipta Mahavira untuk kemudian dijual dan disebarkan diseluruh negeri guna menyebarkan Buddha Dharma secara intensif. Selain itu bagian perencanaan usaha ini juga mendirikan <Majalah Buddhis Indonesia> yang memuat berbagai macam artikel terjemahan dari bahasa Mandarin dan Inggris yang kemudian disajikan untuk menambah pengetahuan umat yang terbit setiap bulan.
Vihara Mahavira Graha Pusat mengemban misi :
-          Penyebaran pendidikan Buddha Dharma
-          Dengan semangat Maitri-karuna menberikan kepedulian kepada semua makhluk
-          Menyebarkan kebudayaan Buddhis
-          Meningkatkan kesenian didalam kehidupan manusia
Dengan semangat itulah Vihara Mahavira Graha Pusat menyebarkan ajaran Buddha Dharma yang benar.