Monday, January 6, 2014

Vihara Sahassa Buddha Medan




Vihara Sahassa Buddha terletak dipusat kota Medan yang dibangun diatas tanah dengan luas yang lebih dari 800 m2, kemudian atas kerja keras kepala vihara yang baru (Ven.Prajnavira Mahasthavira) akhirnya pabrik yang berada disebelah vihara pun dengan luas lebih dari 600 m2 dapat dibeli dan kemudian dipergunakan sebagai Auditorium Buddhis dan asrama Sangha. Semenjak pergantian pimpinan vihara yang sekarang ini telah mampu mendidik banyak generasi muda yang mempelajari Buddhism. Setiap hari Sabtu malam dan Minggu pagi diadakan kebaktian yang dihadiri ribuan anak – anak dari sekolah dasar, menengah bahkan sampai mahasiswa untuk mempelajari Dharma. Umat Buddha dan Instansi Buddhis sejak awal tahun 90an telah berjuang untuk meminta persetujuan dari pemerintah agar diadakan kurikulum pelajaran agama Buddha, kemudian kerja keras tersebut memang membuahkan hasil. Karena itulah pelajaran agama Buddha kemudian menjadi kurikulum yang wajib bagi setiap sekolah. 
Melalui pendidikan tenaga pengajar agama disekolah vihara mendorong para murid untuk mempelajari agama Buddha divihara – vihara yang ada disekitar mereka. Sampai saat ini pelajaran kurikulum Buddha telah mendapat perhatian dan sambutan yang baik dari seluruh lapisan masyarakat. Dari tahun 2003 semenjak kurikulum pelajaran Buddhis mulai dipergunakan kemudian mengalami banyak kemajuan dalam perjalanannya.   
Sekarang ini di Vihara Sahassa Buddha sudah dijalankan perkumpulan pemuda Buddhis , kursus bahasa Mandarin, sanggar tari dan Naga, perpustakaan Buddhis dan sebagainya. Dharma wanita vihara Sahassa Buddha mengadakan kunjungan ke panti jompo dan panti asuhan secara rutin untuk melihat kondisi para orang-orang tua dan anak-anak tersebut agar mendapatkan perhatian yang lebih baik; kelompok bakti social juga memberikan bantuan kepada para umat yang membutuhkan bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka; selain itu vihara juga menyelenggarakan Klinik Buddhis yang ditangani oleh dokter professional yang melayani para penderita secara Cuma-Cuma. Vihara juga mendirikan paguyuban Bodhisikka dan kelompok doa bersama (Ciek yen) dan sebagainya.
Vihara Sahassa Buddha Medan mengemban misi :
-          Mendidik generasi muda untuk mempelajari Buddha Dharma
-          Memberikan kepedulian dan keuntungan bersama kepada masyarakat  

Vihara Mahavira Graha Semarang




Vihara Mahavira Graha Semarang mulai dibangun pada tahun 2000. Suasana krisis moneter yang melanda dunia pada tahun 1998 membuat perekonomian dunia menjadi menurun, hal inilah yang kemudian menyebabkan banyak bank di Indonesia menjadi bangrut. Saat pemerintah mengadakan lelang terhadap property dan bangunan bank yang bangkrut tersebut, akhirnya pengurus Bagian Perencanaan Usaha dari Vihara Mahavira Graha Pusat memutuskan untuk membeli bangunan Bank yang terletak dikota Semarang untuk kemudian dipugar menjadi sebuah Vihara. Dimasa ribuan tahun lampau di Jawa Tengah sudah berdiri banyak Candi-candi dan bangunan peninggalan Buddhis lainnya. Pemimpin Vihara berharap melalui adanya sebuah Vihara dapat mendorong perkembangan pendidikan didaerah setempat, yang juga akhirnya mampu membantu penduduk setempat untuk mempelajari Buddha Dharma. Pada tahun 2001 diadakan pemugaran bangunan, kemudian pada tahun 2003 bersamaan dengan diadakannya rapat besar WBSC (World Buddhist Sangha Council) di Indonesia yang mengundang lebih dari 180 bhiksu dari mancanegara dengan berbagai macam sekte. Kemudian berkumpulnya lebih dari 180 orang bhiksu dari 3 sekte itulah yang memimpin Penempatan rupang dan Pembukaan Sinar Pratima dari Vihara Mahavira Graha Semarang tersebut.  Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah dan Menteri Agama yang memimpin peresmian penggunaan gedung diikuti dengan prosesi pengguntingan Pita yang dipimpin oleh Presiden WBSC.
VMGS berdiri diatas tanah dengan keliling 16.888 meter, menghadap ke utara dengan background pegunungan yang menghadap lautan. Keseluruhan bangunan terdiri dari enam lantai, dengan setiap tingkatan lantainya memiliki luas mencapai 1500 m2. Lantai pertama sebagai Aula Mahakaruna Dharmasala, dengan memuja sebuah rupang Sahassa Bhuja Sahassa Netra Avalokitesvara (Avalokitesvara bertangan dan mata seribu) yang mempunyai tinggi tubuh mencapai 6 meter yang terbuat dari kayu dengan tinggi sinar aura tubuhnya mencapai 8 meter yang terbuat dari ukiran tembaga. Aula Mahakaruna dikelilingi oleh 33 buah rupang Avalokitesvara yang terbuat dari batu Granit, setiap rupang tersebut memiliki tinggi 2.6 meter yang semuanya merupakan bentuk penjelmaan tubuh dari Avalokitesvara yang terdapat didalam Sutra Saddharmapundarika bab ke-25 yang menceritakan pelatihan diri Avalokitesvara dalam menolong makhluk-makhluk dienam kehidupan menderita, dengan kekuatan pelatihan diri Avalokitesvara berubah bentuk tubuh menjadi sebagaimana makhluk-makhluk membutuhkan pertolongannya. Tingkat ke-2 dibangun guna memperingati kebaikan dari  wakil Sangharaja Thailand, didalam Aula tersebut dipersembahkan 3 buah rupang Buddha dan 6 buah rupang murid Buddha dalam posisi berdiri yang semuanya terbuat dari tembaga, disamping dari aula terdapat sebuah perpustakaan dengan ruang kelas sebagai tempat pelatihan pendidikan Buddhis. Lantai tingkat 3,4 dan 5 adalah kamar tamu yang menghadap kepegunungan, ruangan meeting, Ruang Sarira, Museum benda Buddhis dan sebagainya. Tingkat teratas adalah Aula Lazuardi yang memuja Buddha Bhaisajyaguru dengan delapan mahaBodhisattva, aula dikelilingi oleh 12 rupang Bodhisattva agung yang terbuat dari kayu cendana dengan 12 rupang panglima Yaksa dan pelindung Dharma.
         Sampai saat ini Vihara Mahavira Graha Semarang sudah membuka kelas pelatihan Buddhis bagi para penduduk setempat, terhitung sudah lebih dari 50 murid dari Sekolah Menengah dan Universitas yang mengikuti pelatihan tersebut. Setiap minggu diadakan kebaktian umum, sekolah minggu dan muda-mudi serta perkumpulan diskusi para Dharma wanita dan berbagai kegiatan lainnya. Mahavira Graha Semarang mengemban pegangan :
-          Mendidik calon-calon Dharmaduta (Sangha)
-          Melatih diri dan membantu sesama
-          Mensucikan hati dan pikiran dari umat Buddha
-          Bersama-sama melatih diri menuju kesucian.   


Vihara Mahavira Graha Surabaya




Vihara Mahavira Graha Surabaya dibangun di kota Surabaya propinsi Jawa Timur, bangunan vihara menghadap keselatan dan didirikan diatas lahan tanah dengan keliling 20100 meter. Pada mulanya bangunan vihara adalah sebuah Bank namun karena dampak krisis moneter akhirnya bank tersebut bangkrut dan tutup. Setelah beberapa waktu kemudian pemerintah setempat melelang gedung bank tersebut, sehingga pengurus Mahavira Pusat kemudian membelinya dan memugarnya menjadi sebuah banguan Buddhis di Jawa Timur yang pada saat itu sempat menjadi sorotan public.
Pada tahun 1999 yang sebelumnya ada bangunan bank kemudian dipugar menjadi ruang Dharmasala yang mampu menampung ribuan orang; lantai kedua bagian timur dipergunakan sebagai ruangan makan sedangkan bagian barat dipergunakan sebagai ruangan perpustakaan; lantai 3 sampai dengan 5 ditata dengan kamar sebanyak 26 ruang untuk tamu, ruang rapat, aula kesenian budaya Buddhis, ruangan meditasi dan sebagainya.
Kota Surabaya di Jawa Timur adalah kota terbesar kedua di Indonesia, Vihara Mahavira Graha Surabaya adalah tempat peribadatan yang mempunyai peranan dalam menyebarkan Buddhisme yang murni dan benar. Demi membimbing lebih banyak lagi umat Buddha untuk mempelajari Dharma, maka setiap hari Senin malam diadakan kebaktian umum dan pembabaran Dharma; setiap hari Minggu pagi diadakan kebaktian sekolah minggu remaja dan muda-mudi, sore harinya diadakan kembali kebaktian dan pembabaran Dharma; selain itu kegiatan muda-mudi vihara meliputi : Barong sai, sanggar tari, paduan suara Buddhis dan sebagainya. Vihara juga telah mendirikan paguyuban Bodhisikka dan secara berkala diadakan kegiatan, ramah tamah , pembabaran Dharma dan malam kesenian serta kegiatan lainnya. Disamping itu juga sering kali diadakan kunjungan panti jompo, panti asuhan dan juga memberikan perhatian dan bantuan kepada korban bencana alam. Vihara Mahavira Graha Surabaya mengemban misi :
-          Dengan semangat yang agung dan mulia mengerjakan tugas didunia untuk kebaikan makhluk hidup
-          Dengan keyakinan yang benar terhadap Buddha Dharma menolong semua makhluk yang mengalami penderitaan didunia   



Vihara Sila Prabha Denpasar




Vihara Sila Prabha di dirikan di kota Denpasar Pulau Bali, luas tanah seluruhnya mencapai 18000 meter, bangunan dibangun dengan tinggi 4 lantai. Vihara Sila Prabha diambil dari nama guru Dharma dari pemimpin Vihara yang sekaligus memperingati jasa kebajikan beliau. Tingkat pertama dimanfaatkan sebagai parkir kendaraan dan untuk tempat pelayanan umat serta persiapan kegiatan vihara; tingkat kedua sebagai Aula utama yang mempersembahkan rupang Buddha dari tiga masa dan empat Bodhisattva agung. Ruangan utama dapat menampung lebih dari 600 orang, bagian timur digunakan sebagai perpustakaan, ruang tamu dan tempat pelayanan secretariat; lantai 3 dan 4 dipersiapkan dengan 16 kamar tamu; lantai 3 depan terdapat sebuah altar Sila Prabha sebagai peringatan terhadap guru Dharma master Venerable Baisheng (Sans : Sila Prabha) yang mempersembahkan sarira dari sang guru, tulisan Kaligrafi dan barang-barang yang beliau gunakan semasa hidup serta tulisan karya tulis master Baisheng tentang sutra Buddhis untuk disebarluaskan secara Cuma-Cuma.
Vihara Sila Prabha didirikan pada tahun 1998, pada masa tersebut lokasi vihara adalah sebuah tanah pemberian dari seorang umat Buddha. Kemudian disebelahnya adalah gedung yang disewakan sebagai tempat kerja namun pemiliknya berharap pihak vihara dapat membelinya, sehingga akhirnya pengurus pusat membeli tanah tersebut dan keduanya kini menjadi sebuah Vihara. Tanah yang dipersembahkan oleh umat Buddha tersebut tetap dipergunakan dengan baik dan akan menjadi sebuah tempat penyebaran Dharma pada masa kini dan yang akan datang. 
Pada saat ini Vihara Sila Prabha terus memberikan pelayanan kebaktian umum setiap hari Selasa malam, sedangkan setiap hari minggu juga terdapat kebaktian sekolah minggu, muda-mudi, kursus mandarin, sanggar tari dan kegiatan lainnya; sore harinya diselenggarakan kegiatan kebaktian bersama dan ceramah Dharma oleh anggota Sangha. Paguyuban Bodhisikka juga didirikan divihara Sila Prabha dan melaksanakan kegiatan secara berkala diikuti dengan seminar Dharma dan acara kesenian lainnya. Anggota sangha dan umat Buddha seringkali mengunjungi umat Buddha setempat untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Kemudian juga terbentuklah kerjasama bakti social masyarakat yang memberikan bantuan kepada para korban bencana secara berkala sesuai dengan kebutuhan guna memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat.
Pulau Bali adalah tujuan wisata dunia, pengurus vihara pusat juga pernah mengadakan rapat komite pelaksana di pulau Bali, pada tahun 2005 menyelenggarakan kelas pelatihan Dhammaduta Sangha China sedunia. Vihara Sila Prabha memegang teguh pada pedoman :
-           Pelatihan diri bersama menuju kesucian hati dan pikiran
-          Mengembangkan ajaran dan budaya Buddhis dan mendidik bibit yang professional
-          Mempersatukan umat Buddha untuk bersama membangun masyarakat
-          Merealisasikan Buddhism didalam kehidupan sehari-hari

Vihara Mahavira Graha View Bedugul




Vihara Mahavira Graha View Bedugul didirikan di wilayah Indonesia bagian timur tepatnya didaerah tujuan wisata Pulau Bali, kecamatan Bedugul diatas gunung tempat tujuan wisata dengan danaunya yang menarik. Bangunan vihara didirikan diatas tanah dengan keliling 10000 meter. Pada awalnya bangunan vihara tersebut adalah sebuah restoran dan tempat rekreasi namun karena adanya krisis ekonomi di Asia tenggara mengakibatkan banyak hotel dan tempat usaha yang bangkrut dan ditutup, kemudian harus mengalami proses perlelangan. Pada tahun 1999 setelah pengurus vihara membelinya kemudian memugarnya menjadi sebuah vihara tempat pelatihan diri umat Buddha. Bangunan vihara berbentuk seperti sebuah istana kuno dengan pemandangan yang menarik disekitarnya. Didalam aula Dharmasala dipersembahkan tiga buah rupang Buddha yang terbuat dari tembaga yang kesenian arsiteknya menyerupai model seni di Universitas Nalanda pada masa India kuno. Pada masa tersebut para Sangha di daerah Thailand utara demi memperingati ulang tahun raja Thailand yang ke 72 kemudian membuat rupang Buddha dari tembaga sebanyak 108, setelah mengadakan puja bakti dan blessing kemudian mempersembahkan semua rupang tersebut keseluruh Negara dibelahan bumi. Saat itu Sangha Thailand menyumbangkan sebuah rupang untuk Vihara Mahavira, kemudian pengurus pusat memesan kembali untuk membuat 2 buah rupang lagi untuk dipadukan menjadi tiga Buddha yang akan dipersembahkan di Vihara Mahavira View Bedugul. Sampai saat sekarang ketiga rupang tersebut tetap dipuja dialtar Vihara sebagai tempat peribadatan penduduk dan para wisatawan.   
Pada saat sekarang ini, setiap hari Sabtu sore diadakan kebaktian umum yang memimpin para umat Buddha daerah setempat untuk bersama mempelajari Buddhism. Karena keterbatasan tempat, direncanakan akan dibangun sebuah Dharmasala dengan mempersembahkan sebuah rupang Buddha berukuran besar dibelakang gunung tersebut, serta juga akan dipersembahkan pagoda sarira dan gedung bertingkat 4 dengan kamar sebanyak 120 ruang dan gedung serbaguna yang menghadap kepegunungan, sebagai tempat tujuan wisata dan ibadah Vihara Mahavira Graha View Bedugul mengemban misi :
-          Mengembangkan kebudayaan Buddhism
-          Mendidik dan melatih para bibit cendekiawan Buddhis
-          Melatih diri mensucikan hati dan pikiran menuju kesempurnaan
-          Mengembangkan kesenian dan Budaya